Anis Masriyah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya

GTK PAUD DIKMAS LITERASI PONTIANAK

Bengkelku ke Bumi Eropa Menjadi Guru bukanlah cita-cita sedari kecil. Meskipun aku dibesarkan dari keluarga guru. Guru, polisi dokter, professor, astornot adalah cita-cita yang pada umumnya diungkapkan semasa anak-anak. Aku memilih cita-cita jadi teknisi karena itulah yang setiap hari aku amati dari seorang kakak. Terjun ke dunia teknik sempat menjadi gejolak dari keluarga. Aku perempuan yang semestinya tidak berada dilingkungan itu, menurut Ibu. Masuk disekolah SMK Jurusan Teknik Elektronika seolah olah tak pantas aku tempuh, cibiran, sindiran seolah-olah selalu terdengar setiap harinya. Entah dari teman maupun lingkungan disekitar. Mengapa kamu tidak menjadi guru saja seperti ibumu?. Mengapa kamu tidak sekolah seperti saudara-saudaramu?. Mengapa kamu masuk disekolah STM bukan di sekolah SMEA?. Aku perempuan, banyak yang merasa aneh dengan pilihan yang aku tempuh. Sekolah teknik memang banyak diminati oleh anak laki-laki, dan itu yang membuat mereka selalu bertanya. Selama aku menempuh pendidikan di STM banyak hal yang aku pelajari dari praktik dan merakit. Tidak banyak teori sebagaimana sekolah di SMA. Aku menikmati duniaku meskipun banyak kendala. Tapi aku tak boleh menyerah karena itu adalah pilihanku. Sebgai anak permpuan yang minimalis sering kesulitan saat melakukan kegiatan dibengkel, karena harus berhadapan dengan alat berat dan tinggi. Si “Unyil” adalah nama yang sempat disematkan padaku, karena aku sering naik kursi ketika melakukan pengeboran PCB (Printerd Circuit Board) atau pun plat-plat besi yang dibuat untuk kerangka elektronika. Melipat plat besi bukanlah hal yang mudah bagiku, harus ekstra kuat untuk menarik pegangan mesin dan akupun sering minta bantuan untuk itu. Tapi urusan desain atau lay out komponen merupakan kesukaanku dan itu selalu menjadi andalanku. Selesai menempuh pendidikan STM akupun belajar di sebuah bengkel Elektronika yang sudah aku kenal semasa STM. Praktik kerja industri saat kelas dua sampai lulus sekolah tetap merasa nyaman dibengkel tersebut. Aku menganggap meraka adalah keluarga kedua bagiku, selalu mensupport dan membimbing untuk mereparasi dan membuat perangkat elektronik seperti adaptor, amplifier dan lain sebagainya. Apakah aku minat kuliah? Awalnya tidak ingin melanjutkan ke jenjang perguruan Tinggi, tapi karena desakan teman-teman akupun mencoba untuk masuk Perguruan tinggi pada juran Teknik Elektronika. Lagi-lagi restupun tidak aku dapatkan, Ibu mengizinkan tapi dengan berat hati. Akhirnya aku mundur tidak masuk Perguruan Tinggi. Hari-hariku aku habiskan untuk ke bengkel dan belajar kursus computer untuk mengisi waktu yang luang.
DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali